sponsor

Select Menu

Favourite

Kisah

Jodoh

Artikel Doa

Cinta Karena Allah

Dunia Muslimah

Seputar Remaja

Dunia Putri

Dunia Islam

Tanya Jawab

» » Hakikat Mencintai Seseorang karena Allah


mencintai dengan sederhana Jumat, April 27, 2012 0



Assakamualaikum wr wb

Saya mau tanya, hakikat mencintai seseorang karena ALLAH itu seperti apa ustadz?? Dan bagaimana kita menyikapinya..

Jazzakallah Khairan Katsiran..


Hamba ALLAH


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Dzar berkata : Rasulullah saw bersabda,

”Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”

Al Alamah Abadiy mengatakan bahwa makna “Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah” adalah karena-Nya bukan karena tujuan lain seperti ketertarikan dan berbuat baik. Diantara keharusan dalam mencintai karena Allah adalah mencintai para wali dan orang-orang pilihan-Nya. Dan diantara syarat kecintaan mereka adalah mengikuti jejak-jejak dan menaati mereka.

Sedangkan makna “benci karena Allah” adalah karena perkara yang pantas untuk dibenci seperti kefasikan, kezhaliman, pelaku kemaksiatan. Ibnu Ruslan mengatakan didalam “Syarh as Sunan” bahwa didalamnya terdapat dalil bahwa diwajibkan bagi seseorang memiliki musuh yang dibencinya karena Allah sebagaimana diwajibkan baginya memiliki teman-teman yang dicintai karena Allah.

Lebih jelasnya bahwa jika engkau mecintai seseorang hendaklah karena orang itu menaati Allah dan menjadi kekasih Allah. Ketika orang itu bermaksiat terhadap-Nya maka anda harus membencinya karena ia telah bermaksiat terhadap Allah dan menjadi orang yang dibenci Allah. Barangsiapa yang mencintai karena satu sebab maka sudah seharusnya dia membenci hal-hal yang bertentangan dengan sebab itu. kedua sifat ini sudah menjadi kelaziman yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya dan dia mejadi tuntutan didalam mencintai dan membenci didalam kebiasaannya. (Aunul Ma’bud juz XII hal 248)

Tidak disangsikan bahwa kecintaan seseorang kepada orang lain karena Allah swt adalah buah dari kecintaan dirinya kepada Allah swt. Karena seseorang yang mencintai Allah swt diharuskan pula untuk mencintai orang-orang yang mencintai Allah dan mereka dicintai oleh-Nya.

Ketika seseorang mencintai saudaranya karena Allah maka ia akan tetap mencintainya selama Allah mencintai orang itu dikarenakaan amal-amal shalehnya sebaliknya ketika Allah membencinya dikarenakan maksiat-maksiatnya maka dia pun akan membenci orang itu. Kecintaannya bukanlah karena hal-hal duniawi, seperti : harta, jabatan, kedudukan, nasab atau sejenisnya.

Berbahagialah seseorang yang mampu melakukan hal ini karena ia menjadi bukti benarnya keimanan dan keislamannya. Imam Malik mengatakan bahwa kecintaan karena Allah swt adalah diantara kewajiban keislaman seseorang.

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Anas dari Nabi saw, dia berkata, "Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka."

Para ulama mengatakan bahwa makna dari “manisnya iman” adalah merasakan kelezatan didalam ketaatan dan mengemban beban-beban didalam mendapatkan ridho Allah dan Rasul-Nya saw dan lebih mendahulukan keredhoan tersebut daripada perhiasan-perhiasan dunia.

Wallahu A’lam

Sumber:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hakikat-mencintai-seseorang-karena-allah.htm


Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran:31)

Jangan kau katakan “aku mencintaimu karena Allah” sementara :

dirimu tak tahu maksud kalimat tersebut
dirimu tak mengenal siapakah Allah
sudahkah kau mengenal asma-asma Nya dan memahami maknanya?
sudahkah hatimu tergetar saat mendengar asmaNya (getaran yang paling nyata adalah, saat adzanNya menyapamu,kau bergegas menuju rumahNya dan meninggalkan selain Nya, tuk menumpahkan rasa cintamu padaNya).

dirimu tak mengenal apa makna mencintai dan bagaimana mencintai
mencintai itu bukan kata benda namun kata kerja
yang harus dibuktikan dengan lisan dan perbuatan

Setiap orang melakukan segala sesuatu didasari niat dan latar belakang jika latar belakangmu karena Allah, ikuti apa yang Dia ridho engkau melakukannya.

Tahukah dirimu bagaimana kau mendapatkan keridhoannya?
Ridho lah terhadap apa yang dia berikan kepadamu dan syukurilah

syukur itu bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah, namun berbuatlah kebaikan dengan apa yang diberikanNya kepadamu, sehingga bermanfaat bagimu dan orang lain.

Tahukah kamu apa yang telah diberikanNya kepadamu agar kamu tidak tersesat dalam mencintaiNya?

1.Al-Quran
2.As-Sunnah
Namun hati-hati, banyak orang yang mengaku mencintai seseorang namun cintanya tertolak.Tahukah kamu mengapa?

karena dia tahu apa yang disukai kekasihnya, namun memberikan apa yang disukai tersebut dengan cara yang salah dan menyakiti
seperti halnya dirimu tahu bahwasanya kekasihmu mencintai sekuntum bunga mawar namun kau berikan dengan melemparkan mawar itu ke wajahnya.
memang benar kau memberikan apa yang dia sukai namun kau benar-benar menyakiti hatinya.

Boleh jadi kau berkata “aku mencintai Allah , berpegang pada Quran dan Sunnah” namun caramu salah memegangnya dan mengaplikasikannya.

Tahukah kamu bagaimana memegang Al-quran dan sunnah yang benar, dimana setiap iman islam seseorang tak akan menolaknya?

peganglah Al-quran dan Assunnah dengan cara kekasih Allah memegangnya. Tahukah kamu kekasih Allah yang tidak diragukan lagi cintanya? yang bukan hanya dia yang mengaku mencintaiNya namun Dia (Allah) juga menyatakan bahwa Dia mencintainya dan diterima cintanya.

Subhanallah..dialah Rasulullah, Muhammad bin abdullah .
Peganglah dan jalankan apa yang diperintahkanNya dalam Al-Quran dan Assunnah dengan caranya orang-orang yang diridhoiNya dan merekapun ridho kepadaNya. Mereka adalah Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Bukan dengan caramu sendiri yang kau tafsirkan sesuka hatimu dan sesuka nafsumu. dan
Bukan pula dengan cara musuh-musuhNya (kaum kafir dan munafiq)

“jika ingin mencintai kekasihmu, gunakan ilmu yang telah diberikan olehNya.
perbanyaklah menuntut ilmu agama, agar kau tak tersesat dalam mencintainya.”

Jangan kau katakan “aku mencintaimu karena Allah” ,namun dirimu ibarat seorang pemabuk yang tidak mengerti apa yang kau ucapkan.
Sadarlah dari mabukmu wahai sahabatku.

Oleh:Heru Yugo Prasetyo
Artikel:Mencintai Dengan Sederhana/Owi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply